Eksplorasi Tafsir Al-Quran di Nusantara: Kilas Balik Sejarah, Metode, hingga Aksara Pegon
Ditulis oleh: Ilham Bayu Kusuma Panjaitan
Tafsir merupakan salah satu ilmu yang berkaitan langsung dengan al-Qur’an. Perkembangan tafsir tidak hanya di timur tengah saja akan tetapi meluas sampai ke Indonesia juga, akan tetapi perkembangan tafsir yang ada di timur tengah berbeda dengan yang ada di Indonesia, yang mana tafsir yang di Indonesia lebih lama perkembangan nya dari pada yangada di timur tengah.
Adapun Istilah Tafsir etimologi adalah “menjelaskan”, ” menyingkap”, dan “membuka”, Terminologi adalah Ilmu yang membahas tentang tata cara mengucapkan lafaz-lafaz al-Qur’an, makna-makna yang ditunjukkan, dan hukum-hukumnya, baik ketika berdiri sendiri, atau tersusun, serta makna-makna yang di mungkinkannya ketika dalam keadaan tersusun”, adapun pengertian tafsir Indonesia adalah buku tafsir yang mempunyai karakteristik dan kekhasan lokal Indonesia.
Kondisi Psikologis & Respon Bangsa Indonesia terhadap tafsir bangsa Indonesia ramah, suka menolong, senang terhadap tamu yang berkunjung, oleh karena itu kenapa para penjajah Indonesia sangat betah hidup di bangsa Indonesia seperti Belanda yang menjajah Indonesia sampai tiga setengah abad lamanya. Respon bangsa Indonesia juga sangat baik, bangsa Indonesia mudah untuk menerima ajaran-ajaran baru yang disampaikan oleh pemuka-pemuka agama, oleh karena itu para pendakwah tidak takut untyuk menyebarkan agama. Akan tetapi masyarakat Indonesia juga mudah untuk menerima ajaran apapun itu yang sampai kepada mereka tanpa melihat benar dan salahnya yang mana dapat menyebabkan ajaran-ajaran yang benar dapat bercampur dengan ajaran-ajaran yang bathil.
Sejarah awal masa masuknya Islam:
a) Abad 7 H/13 M, pendapat dari orientalis barat seperti Snouck Hurgronje.
b) Abad pertama H/ 7 M, pendapat dari Agus Salim, Hamka, Ali Hasyimi dll.
Asal usul masuknya Islam ke Indonesia:
a) Dari India & Persia, pendapat, pendapatnya Snouck Hurgronje, B.J.O. Scrhieke.
b) Dari bangsa Arab, pendapat, pendapatnya Hamka, H.M. Zainuddin, dll.
Sejarah awal kajian Al-Qur’an dan model pembelajaran sejak abad ke 17 , media yang di pakai masjid, surau-surau, madrasah, dan rumah, dan model pembelajarannya yaitu adakalanya bersama-sama seperti halnya di mesjid, adakalanya secara individual yaitu guru yang mendatangi murid atau sebaliknya. Awal Penerjemahan Al-Qur’an kedalam bahasa pegon berasal dari pemikiran R.A. Kartini, yang meminta gurunya Kiai Sholeh Darat untuk menerjemahkan al-Quran dan memberi nama karyanya tersebut adalah Faidh al-Rahman fi Tafsir al-Quran, yang mana jilid pertama terdiri dari 13 juz, ,ulai dari surat al-Fatihah sampai surat Ibrahim.
Sejarah perkembangan tafsir al-Qur’an di Indonesia ada beberapa pendapat salah satunya yaitu, Howard M. Federspiel dimulai dari Awal abad ke 20 hingga awal tahun 1960, kemudian dari tahun 1960 hingga 1989M, dan yang terakhir dari tahun 1980 hingga sekarang, kemudian pendapatnya Prof. Nashruddin Baidan beliau membaginya menjadi empat fase, yaitu : pertama, Klasik: awal datang islam sampai abad 15, kedua, Pertengahan: Dari abad 16-18 M, ketiga, Pra-Modern: abad 19 M, keempat, Modern: abad 20-sekarang.
Metode dan Corak Tafsir di Indonesia :
1. Klasik: metode Ijmali (global), corak umum.
2. Pertengahan: Metode Ijmali (global), corak umum.
3. Pra-Modern: Ijmali (global), corak umum.
4. Modern:
a) Kurun Waktu Pertama: metode Ijmali (global), corak umum.
b) Kurun Waktu Kedua: metode global & analisis, corak luas.
c) Kurun Waktu Ketiga: metode global, analisis, tematik, dan komparatif, corak luas.
Tafsir Alquran di Indonesia juga disajikan dengan bahasa dan aksara yang sangat beragam. Bukan hanya bahasa Arab, tetapi juga bahasa lokal-daerah seperti Melayu, Aceh, Jawa, Sunda, Bugis, Madura dan lainnya. Bukan hanya ditulis menggunakan huruf Arab, tetapi juga aksara Jawa (carakan), lontara, latin, huruf jawi, pegon dan lainnya. Bahasa dan aksara yang beragam tersebut tentu saja dimaksudkan untuk memudahkan pembaca dalam memahami kandungan Al-Quran.
Daftar Pustaka
Ali Hasan, al-Aridh, Sejarah Metodologi Tafsir, (Jakarta: Rajawali, cet. I, 1991), hal. 3.
Abror Indal, Potret Kronologis Tafsir Indonesia, jurnal esensia, vol. III, no. 2, juli 2002, hal. 191.
Nashruddin baidan, Perkembangan Tafsir al-Quran di Indonesia, (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, cet. I, 2003), hal. 25.
Syaifuddin Zuhri, Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia, (Bandung: al-Maarif, cet. III, 1981), hal. 169.
Sartono dkk, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, ( Jakarta: Balai Pustaka, 1971), hal. 111.
M. Yunan Yusuf, Perkembangan Metode Tafsir di Indonesia, Majalah Pesantren, vol. III, no. I, 1991, hal. 39.
